Welcome

Kamis, 04 Februari 2010

KNIL (het Koninklijke Nederlansche Indische Leger)



Adalah tentara gabungan orang pribumi dan Belanda yang dibentuk tahun 1830 - 1942. Tujuan utama pembentukan pasukan ini adalah untuk menambah kekuatan militer Belanda setelah cangkupan wilayah jajahannya semakin besar. Pada masa itu banyak perlawanan dari orang pribumi yang melawan Belanda, karena kewalahan dibentuklah satuan tentara gabungan. Tentara ini juga difungsikan untuk melawan tentara Inggris dan Spanyol yang coba coba merebut nusantara dari tangan Belanda.

Perekrutan dari kalangan pribumi dilakukan untuk mengurangi resiko banyaknya tentara Belanda yang tewas karena peluru maupun penyakit kolera. Lagipula untuk merekrut tentara dari Belanda dibutuhkan biaya yang besar.

Struktur tentara KNIL
Tentara gabungan KNIL ini berisi orang orang dengan berbagai latar budaya. Tentu saja para pemimpin dan perwiranya adalah orang Belanda, selain itu juga ada yang dari India dan Arab. Tahun 1929 serdadu KNIL berjumblah 37.000 orang dengan komposisi : 18% orang Eropa, 45% orang Jawa, 5% orang Sunda, 15% orang Menado, 12% orang Ambon, 4% orang Timor dan sisanya orang orang Eropa. Biasanya kesatuan KNIL membagi organisasi sesuai dengan karakter masing masing suku. Pada sebuah batalion biasanya terdiri dari 4 barisan perang.
a. Barisan pertama terdiri dari gabungan orang Belanda dan Manado, bertugas untuk berhadapan langsung dengan musuh, menyerang, menembak, dan membuat lubang pertahanan.
b. Barisan ke dua terdiri dari gabungan antara orang Ambon dan Timor merupakan pasukan penggempur, bertugas menghancurkan musuh.
c. Barisan ke tiga dan empat berisi gabungan antara orang Jawa dan orang Sunda, bertugas untuk melakukan pendudukan dan menciptakan perdamaian di daerah pasca konflik.

Kehidupan
Semua tentara KNIL digaji oleh Belanda sebesar 10 - 12 gulden per bulan untuk orang pribumi, tentu gaji orang Eropanya lebih besar. Mereka semua tinggal di tangsi tangsi, tidak peduli masih bujangan maupun yang telah berkeluarga. Jam dinas militernya adalah dari jam 06.15 - 11.30 kadang kadang sampai jam 16.00. Pada waktu malam semua anggota harus sudah masuk tangsi, serdadu yang masih bujangan tidur dibarak dengan tempat tidur berjajar bersama rekan rekan lainnya. Sedangkan yang sudah berkeluarga baraknya disekat sekat dengan ukuran 3X4 meter, cukup untuk mereka tidur. Sedangkan anak anak nya biawanya ditaruh di bawah tempat tidur, dari sinilah awal istilah "anak kolong" ada. Kamar mandi dan kakus dipakai bersama, tentu dibedakan antara laki laki dan perempuan. Memasak dilakukan bersama di ruang dapur umum.
Bagi para perwira dan bintara disediakan perumahan khusus diluar tangsi sehingga mereka punya kebebasan untuk berumah tangga. Untuk itu gaji para perwira ini biasanya dipotong 12 % untuk membayar sewa fasilitas ini. Diskriminasi antara orang pribumi dan Eropa amatlah besar, segala fasilitas khusus hanya bisa dinikmati oleh pegawai Eropa, gaji merekapun lebih besar dari orang pribumi. Bahkan ada cerita pada masa itu, orang pribumi tidak boleh pakai sepatu untuk mengurangi beban biaya. Namun akhirnya semua tentara diberikan sepatu khusus.

Beberapa istilah dalam KNIL
a. Strapan,
adalah para terhukum yakni para masyarakat yang dapat hukuman seumur hidup atau hukuman berat lainnya, yang bertugas membawa bekal untuk setiap brigade. Biasanya 1 brigade terdidri dari 3 orang strapan. Dalam keadaan tertentu para strapan ini juga dipersenjatai.
b. Mardjikers (Belanda Hitam),
Dalam kesatuan ini direkrut juga beberapa orang Afrika (dari Ghana) sebagai tentara. Karena mereka berkulit hitam mereka mendapat julukan Londo Ireng atau Belanda Hitam.
c. Dardanel (Ajudan)
Adalah sebutan untuk prajurit pribumi yang bertugas untuk menjaga keslamatan seorang perwira Belanda.
d. Korps Marsose
Adalah pasukan elit KNIL. Pasukan ini biasanya dipimpin oleh perwira Belanda namun anggotanya adalah orang pribumi. Pasukan ini mampu bergerak cepat dan memilki banyak variasi senjata. Pasukan ini banyak diterjunkan untuk meredam pemberontakan di Aceh.

Pada tanggal 8 Maret 1942, Belanda menyerah pada Jepang . Pada saat itu anggota KNIL seperti anak ayam yang kehilangan induknya, dibiarkan dan terpencar begitu saja. Beberapa eks KNIL yang tersebar masuk menjadi anggota tentara PETA, beberapa tergabung di BKR dan menjadi cikal bakal TNI.

0 komentar:

Posting Komentar